API…
Ya, A-P-I begitulah kau menamai dirimu.
Kau bilang, kau ingin seperti Api sebab kau ingin berbeda dengan yang lain, kau
juga ingin seperti api yang menyala; yang setiap waktu dapat menyemangati orang
lain –tidak hanya kau sendiri yang memiliki semangat tersebut. Mungkin itu
filosofi yang saya ingat darimu. “Nice philosophy.” Batin saya kala itu.
Diluar
filosofi yang keren itu. Saya sedikit kesal dengan sikapmu, Api. Hmmm… kau
mungkin...
Tuesday, 22 January 2013
Subscribe to:
Posts (Atom)