Tuesday, 20 March 2012

Dear Love For Kids #1

Kumpulan Cerita Anak ( DEARLOVE FOR KIDS )#1

ARTI SAHABAT - D. Dudu AR - 4
INDAHNYA MENOLONG SESAMA - Cahaya Amanah - 8
CHIKA SENANG BERSEKOLAH - Tsuraya Widuri - 14
HUKUMAN ANAK NAKAL - Victoria Ivy - 20
KEBAYA SOBEK - Angger Minerva - 26
MICHIKO TAKUT SEKOLAH - Neny Silvana - 31
BAKAT TERPENDAM KIRA - Molzania - 37
KORY, KELANA DAN KAKEK TUA - A Rahman - 43
BUAH YANG MENYESAL - Ulfa Zaini - 49
AYAHKU GATOTKACA - Andhika Wandana - 53
TAMASYA KE SAWAH - ‘Ainun Kurnia - 60
PUTRI MANDALIKA - EL Kinanti - 66
UTIH DAN MER BERSAMA NEGERI AWAN- Fitriani- 74
Judul : KADO UNTUK JEPANG
Tebal : viii + 166
Penulis : Pelangi Jingga, Ahmed Ghoseen Al-Qohtany, Syaque H, dkk
Penerbit : AG Publishing (Juli, 2011)
ISBN : 978-602-9149-24-1
Harga : Rp. 35.000,- (Belum Termasuk Ongkos Kirim)

SINOPSIS :
Hidup adalah perjuangan, keindahan dan kemegahan Jepang pada akhirnya harus tercatat dalam hamparan ketikberdayaan yang menyebabkan penduduknya menderita.
Inilah hidup… meski telah memperoleh predikat "Negara kaya" namun dalam sekejap mata telah menjadi tumpukan luka, tangis, kecewa dan kehilangan yang sangat dalam.
Ya, hidup memang penuh teka-teki, maka sepandai apakah kita bisa menerima kenyataan hidup yang pahit itu? Sekuat apakah kita mampu bertahan hidup setelah dilanda musibah?
Kisah tentang Jepang yang penulis sajikan dalam buku ini menggambarkan rasa belasungkawa terhadap musibah yang melanda Jepang. Tak ada yang dapat menyangka bahwa kokohnya teknologi Jepang yang canggih itu masih juga tak mampu membendung guratan nasib dalam bentuk musibah tsunami. Bahkan Penulis yang dengan ikhlas menyumbangkan 100% royalti penjualan buku ini kepada korban bencana alam di Jepang tak segan ikut terjun kedalam lingkaran kesedihan itu.



Enggak nyangka telah lahir buku pertamaku, meskipun hanya sekedar antologi bersama. Semoga saja, dengan lahirnya buku ini, membuatku semakin bersemangat untuk meraih cita-cita. Naskahku yang terdapat dalam buku ini adalah flash fiction yang aku ikuti dalam event flash fiction tentang perjodohan. beruntung. 2 naskah yang aku ikutkan, salah satunya berhasil lolos dalam 75 besar naskah yang di bukukan.

Bukan maksudku ber-pamer ria, tapi hanya sekedar berbagi semangat. ya, semoga kalian akan tetap terus bersemangat meraih cita-cita :-)

Hidup itu cinta. Cinta itu telah lenyap seiring dengan terusirnya manusia dari firdaus. Untuk menyempurnakan kehidupannya di dunia, manusia harus menciptakan cinta, berdasar pada template Sang Mahacinta, agar hidupnya kembali hidup. Cinta itu menghidupkan hidup manusia.

Sore ini, aku punya agenda berkunjung ke kampus bareng dengan Tiandii Langit Ara setelah pulang kerja. Kami memang harus registrasi ulang di Kampus.

Sampai Kampus, beuh... Banyak banget yang mau registrasi. Alhasil aku dengannya malah duduk santai di ruang tunggu, bingung mau ngapain? (lebih tepatnya malas ngantri!).

Gak masalah cuma nyantai bentar, lumayan sambil nunggu sahabatku sejak SMP, kawan seperjuangan (lebay deh); Vhie'amiy Silviana.

Singkatnya,
Jarum jam menunjukkan pukul 17:45. Yupz, bentar lagi buka puasa, bro!
Untungnya di dekat kampus ada yang jualan Es Buah (mantep bro!).

"Tian, sewa tempat tiga orang!" bisikku pada Tian; cewek tomboy di sampingku.
"Bang, pesen 3 mangkok sekalian sewa tempat buat 3 orang ya, Bang!" ujar Tian pada si pedagang.
"Satu gak pake susu, Bang!" sahut Amy tanpa komando.
"Ya udah, Bang. Siapin aja 3 mangkuk. Kita mau ke sana dulu. Jangan lupa, Bang. SATU GAK PAKE SUSU!" sergahku sambil menunjuk salah satu penjual martabak. (beuh.. Aku bawel juga ya :-D ).

Kami bertiga pun segera menuju ke penjual Martabak. Niat gak boros, maka kami beli satu buat bertiga. Lumayan buat ganjel perut.
"Mau pesen apa nih?" tanyaku pada mereka berdua. "Gak mungkin pesen Martabak Keju!"
"JANGAN KEJU! Gue gak suka berbau susu!" cegah Amy.
"Jangan ketan atau kacang! Gue gak suka." sahutku. "Oke. MARTABAK TELOR!"
"Huhuhu.. Gue gak suka telor bebek!" sahut Tian merengek sambil menunjuk tumpukan telor bebek dan segera menutup hidungnya; bau maksudnya!
"Emang, martabak telor pake telor bebek?" tanyaku polos dan di jawab dengan anggukan kecil si penjual. "Nah terus kita mau pesen apa?"

Kami bingung, dan juga membuat bingung si penjual.
"Ada menu lain gak, Bang?" tanya Tian. "Ada Martabak Coklat kan?"

Martabak coklat? Akh.. Tak pernah terpikirkan olehku. Martabak coklat adalah jalan keluarnya. Dan setelah martabak coklat telah kami dapat. Kami kembali ke penjual Es Buah.

Adzan berkumandang, tanpa basa-basi kami segera melahap Es Buah yang tersaji di hadapan kami.

Lima menit kemudian.
"Gue kenyang...!" seruku sambil menatap nanar sebungkus Martabak Coklat dan di sahut sebuah anggukan dari mereka berdua.

------

kisah ini kutulis untuk mengingat perjuangan, juga kebersamaan kita hari ini. Ya, awal perjuangan kita (hmm kalau gak salah, ini bukan awal tapi sudah ke lima deh itupun kalau gak salah hitung :-D )


Tangerang; depan Kampus.
Rabu, 3 Agustus 2011


From :
Angger Minerva (Aku)

To:
Tiandii Langit Ara (Tian)
Vhie'amiy Silviana (Amy)

cc :
Pedagang Es Buah
Pedagang Martabak
Hmm...

Mau ngetik cerita ini tapi lupa melulu. Oke deh, mumpung masih inget. Kutulis sekarang aja ya.

-------------------------

Sore itu, aku dan Tian berencana mau ke kampus setelah pulang kerja untuk registrasi ulang.

Kejadian ini terjadi di hari yang sama dengan 'Kisah tentang Martabak' kemarin. (Hayo udah baca belum? Belum? Buruan geh baca!) :-D

Sebelum ke kampus, Tian sengaja memberhentikan motornya di pom bensin. Tau dong mau ngapain?

Dia memintaku untuk menunggunya di tempat lain daripada melihatku ikutan ngantri. Aku tak mengabulkan permintaannya. Mending ngantri dan ada temen ngobrol kan? Daripada duduk bengong kayak sapi ompong! Mending kalo boleh ngaktifin hp, kan bisa buka fb. Nah ini kan di pom bensin jadi gak boleh ngaktifin hp. Hayo pasti tau kan kalo di pom bensin tuh selain gak boleh merokok juga gak boleh mengaktifkan hp. Jangan pura-pura gak tau ya! Atau memang gak tau? Tapi sekarang udah tau kan?

Singkatnya, pas Tian buka jok motor. Di dalamnya ada sebuah tempat penyimpanan helm. Tapi kurasa sudah multi fungsi, bukan helm yang tersimpan di sana, melainkan sebuah kumpulan kertas di mana kertas itu berisi cerpen-cerpen karangannya.

"Apaan tuh? Naskah ya?" tanyaku sambil cekikikan.

"Iya..." jawabnya, juga disertai tawa.

"Ternyata ini toh tempat rahasia elo buat nyimpen naskah!"

"Yoi, cuy. Tempat rahasia nih." sahutnya percaya diri.

"Dasar penulis! Kemana-mana bawa naskah!"

"Emang elo enggak? Kemana-mana elo bawa flashdisk!" celetuknya.

Kami pun tertawa, gak peduli pada setiap pasang mata yang melihat kehebohan kami. Ya, dia tahu kalau aku biasa menyimpan tulisan-tulisanku di flashdisk. Ini menjadi rahasia kami. (ssstt... Jangan bilang siapa-siapa kalau ini rahasia!)

-------------------------

Selesai juga note ini kubuat. Terima kasih pada sang malam yang menjadi saksi dibuatnya note ini.


Tangerang; Pom Bensin
Sabtu, 6 Agustus 2011
I LOVE CENDOL – LOPE KENCENG BUAT CENDOL!

CENDOL.
Gue yakin, pasti semua orang tahu tentang satu kata tersebut. Yups, cendol itu nama sebuah minuman tradisional; manis dan enak. Eitss… kali ini gue gak akan bahas minuman. Cendol yang gue maksud di sini adalah sebuah grup kepenulisan di jejaring sosial facebook. Cendol kepanjangan dari CErita Nulis Diskusi OnLine atau Diskusi Fiksi.Menulis Fiksi.Membaca Fiksi (Universal Nikko+mayokO aikO). Karena namanya Cendol maka semua orang yang ada di dalamnya disebut Cendolers.

Gue inget banget siapa yang nyeret (istilah kami untuk memasukkan anggota baru). Suatu kehormatan buat gue di seret sama kepala sekolahnya! Awalnya sih gue mikir kalo grup ini adalah grup yang biasa-biasa aja seperti grup-grup lainnya. Tau gak apa yang terjadi pas tiap kali gue buka fb? Gile…! Notification gue penuh sama grup itu! Hadeh….

Lantaran fb gue selalu di terjang badai notif itu, gue jadi penasaran apa yang terjadi sama grup tersebut. Eh gak taunya, ternyata banyak program yang diadain. Ada OCK (Operasi Cendol Kecil) cerpen dan puisi; dimana karya cendoler berupa cerpen atau puisi akan di bedah bersama-sama oleh cendolers lainnya. OCB (Operasi Cendol Besar); dimana kita bisa membedah karya cendolers dalam bentuk buku.

PUPUCEN (Puisi-puisi Cendol); dimana cendolers melatih membuat puisi dengan ketentuan yang telah di berikan oleh koordinator. PANCEN OYE; sama seperti Pupucen namun ini membuat pantun. CEMOFREAKS; membahas tentang film. KRC (Korseling Remaja Cendol); kita juga bisa curhat di sini. Klinik Cendol; kita bisa tanya-tanya mengenai masalah kesehatan. CIE (Cendol In English) dan Sunday Fun English, bagi yang suka pewayangan ada CENAYANG. Kalo malmingan gak ada acara mending ikut ACC (Anak Cendol Clubbing). Dan yang lebih seru adalah JUMAT CENDOL, dimana ada salah satu suker (dewan guru) yang akan mengajar kami layaknya sekolah pada umumnya. Banyak program lainnya yang enggak mungkin gue sebut.

Cendol ini bener-bener kayak sekolah deh, makanya kami sering menamai sekolah cendol atau kelas cendol. Ada Kepala Sekolah, Dewan Penasehat, Dewan Suker, ada ruang kelas, ada kantin, ada Aula Dinar, ada Kuburan Belanda buat cendolers yang lagi galau, ada Menara Air. Wuih… keren banget!

Layaknya sekolah, sekolah cendol juga miliki peraturan diantaranya dan yang paling penting adalah dilarang menulis alay dan di singkat-singkat karena bakal ada tim yang mengawasi kita –PPA (Pasukan Pembasmi Alay). Ya iyalah dilarang alay, namanya juga grup kepenulisan! Termasuk alay dalam nama fb lho ya (bagi yang nama fb-nya alay jangan harap bisa bergabung sebelum mengganti namanya dengan nama yang normal! Hahhaha…). Dan yang penting dari sekolah ini adalah GRATISSSS! Untuk menjadi anggota gak perlu mengeluarkan SEPERAK PUN!

Bukan cuma itu aja lho,

Sunday, 18 March 2012


Sore tadi Ariel membawakan sesuatu untukku. Sekotak mungil yang dia genggam di tangan kirinya dan dia angsurkan ke telapak tanganku.
“Bukalah saat menjelang tidur nanti,” katanya.
            Aku tak sabar menanti malam. Aku ingin segera membuka kotak mungil berbungkus pink itu.
Kini malam telah menjelang, kantukku mulai menyerang. Aku bersiap membuka kotak itu ketika tiba-tiba ringtone yang aku setel khusus untuk Ariel berbunyi.
“Ya?” sapaku dengan heran.
“Beib, maaf salah ngasih kotak. Jangan dibuka ya. Pliss,”
Omaygot… jadi apa isi kotak ini dan untuk siapa?
Aku terbangun dari tidur siangku. Oh, hanya mimpi. Aku menoleh ke arah handhponeku yang tiba-tiba menjerit. Sebuah panggilan dari Ariel, kekasihku.
“Iya, Beib,” Sapaku.
“Buka pintunya ya, aku di depan rumahmu.”
Sontak aku memutuskan obrolan dan bergegas membukakan pintu untuknya. Dia  tersenyum manis kala kubukakan pintu untuknya.
Di balik pintu kamar, ku dengar percakapan mereka.

"Kita pasangkan saja mereka!" usul Ayah.
"Iya, mereka begitu serasi. Pasti generasi mereka nanti akan cantik dan indah" antusias Ibu.
"Besok kita bahas saat sarapan! Mereka harus segera dikawinkan!"

Apa maksud pembicaraan mereka? Siapa yang mereka jodohkan? Mbak Sekar? Tidak! Dia sudah menikah. Aku? Ya! Sudah pasti aku yang mereka maksud, hanya aku yang berstatus lajang di rumah ini.

Aku memang tak miliki kekasih tapi bukan dengan perjodohan inilah ku dapatkan kekasih. Usiaku masih 25 tahun.

Syukurlah, Ayah dan Ibu tak membahas perjodohan itu kala sarapan. Cukup menenangkanku.

Ku intip mereka kala berada di pekarangan rumah. Ayah membawa tanaman mawar putih, sedang ibu membawa mawar pink.
Kupandangi langit dibalik jendela perpustakaan. Langit masih gelap, hujan pun tak mereda bahkan petir tak mau kalah oleh hujan. Hujan mengingatkan akan hadirnya dirimu dihidupku. Sejak dua tahun lalu kita selalu bersama. Ruangan kelas menjadi saksi bahwa kita saling mencintai.
Sering kita habiskan waktu bersama di sekolah. Bahkan kita sama-sama rela berangkat pagi dan pulang sore hanya untuk kebersamaan. Kantin dan perpustakaan sekolah pun tak luput jadi saksi kebersamaan kita.
Hujan adalah sesuatu kejadian yang selalu kita harapkan setiap hari. Kita selalu menyalahkan hujan saat orang tua kita memarahi kita karena kita pulang sore, supaya kita dapat berlama-lama bersama di sekolah.
Sering saat hujan turun, kita habiskan waktu di perpustakaan, penuh keceriaan. Tapi tidak saat ini, aku kesepian di sini; di perpustakaan yang juga menjadi saksi kebersamaan kita. Kini aku bermesraan dengan buku-buku perpustakaan sebab tak ada dirimu disini.
Entah mengapa, sketsa-sketsa indah kebersamaan kita terlintas dibenakku? Kucoba membuang jauh-jauh pikiran itu tapi tetap saja muncul. Bahkan teori-teori elastisitas yang kubaca tak mampu meredam pikiran-pikiranku tentangmu. Tak ada manfaatnya bila kuterus mengingat masa lalu itu, masa lalu yang hanya menyakitiku.
Sebulan lebih kau sakiti aku. Menyakiti dengan keputusan yang telah kau pilih. Kau memilih untuk mengakhiri hubungan indah kita. Kuterima keputusanmu itu sebab kupikir perpisahan kita hanya sementara. Kita hanya tak ingin terganggu dalam menghadapi Ujian Nasional.
Tapi ternyata dugaanku salah. Dua minggu setelah hubungan kita berakhir, kau telah miliki seorang kekasih. Seorang sahabat yang kini menggantikan posisiku dihatimu.
Kau tentu tahu jika aku begitu murka padamu. Dimanakah janji setiamu itu? Dimana letak perasaanmu? Kau jahat! Berhari-hari aku memusuhimu juga kekasih barumu itu kumusuhi. Berkali-kali kau mencoba mendekatiku. Berkali-kali kau meminta maaf padaku juga penjelasan yang begitu penting. Tentu, kekasihmu juga melakukan hal yang sama denganmu. Ia juga meminta maaf padaku, tak bermaksud merebutmu dariku. Tapi memang inilah takdir kita. Takdir yang harus kujalani. Penjelasanmu itu selalu menghantuiku.

Saturday, 17 March 2012

Kutatap tajam matanya. Lelaki berusia enam puluh dua tahun yang duduk dihadapanku adalah sosok atasan dan telah kuanggap sebagai ayahku. Kami sedang berseteru. Bermula dari artikel yang kutulis dan kuajukan padanya tiga minggu lalu. Dia menolak tulisanku tanpa memberikan sebab-musababnya.
"Saya tidak akan meloloskan tulisanmu!" Lelaki itu tetap pada pendiriannya.
"Saya akan tetap menerbitkan tulisan ini! Kasus korupsi ini harus kita selesaikan, Pak!" Ketusku tak mau mengalah.
Kuhela nafas panjang. Perseteruan ini takkan selesai tanpa kepala dingin atau ada salah satu diantara kami yang mengalah. Kami sama-sama keras kepala, sudah pasti diantara kami tak ada yang mau mengalah. Kulangkahkan kaki meninggalkan ruangan kerjanya.
“Ajeng, saya mohon jangan lakukan hal itu! Kau tak mengerti apa yang sedang terjadi!” Dia melarangku dan aku tak peduli itu.
Kuambil sebuah kamera di laci meja kerjaku. Kamera yang selalu menemani hari-hariku sebagai Reporter. Kumulai membuka folder foto-foto. Kucermati satu per satu foto pada folder khusus. Folder khusus ini berisi bukti-bukti korupsi yang kutuliskan dan juga telah kuajukan pada Pak Sofyan; atasanku. Entah mengapa dia tak mengijinkan untuk menerbitkan tulisanku ini? Padahal aku telah miliki bukti kuat.
Mataku terperanjat saat melihat foto urutan ke-93, meski masih dengan kasus dan model yang sama. Anehnya, aku tak pernah mengabadikan kejadian yang terekam pada foto ini.

About Me

Hai Teman...

Blog ini dikembangkan oleh Angger Minerva. Seorang yang hobi menulis, namun beberapa tahun terakhir sudah tidak aktif lagi menulis. Dan kini, ingin kembali menulis terutama di blog ini.

Berencana mengembangkan blog ini untuk berbagi hal-hal yang diketahuinya, hal-hal yang ada dipikirannya, juga hal-hal seputar ilmu komputer. Btw, saat ini dia sedang melanjutkan studi di Magister Ilmu Komputer di Universitas Swasta di Jakarta. Jika teman-teman menemukan kekeliruan, jangan sungkan untuk mengoreksinya.

Akhir kalimat, salam kenal, salam bahagia, salam ceria.

-A.M.-

Popular Posts

Blog Archive